Pagi-Pagi, Menteri Rini Tinjau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Giri Hartomo, Jurnalis
Rabu 02 Mei 2018 07:37 WIB
Foto: Peninjauan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Giri/Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno pagi ini akan meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung di Kawasan Halim atau tepatnya di Kilometer (KM) Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Dalam acara tersebut, Rini akan ditemani oleh Presiden Director China Railway Coorporation (CRC).

Dari agenda yang diterima Okezone, rencanannya, Menteri Rini bersama dengan Presiden Director China Railway Coorporation akan meninjau lokasi proyek pada pukul 08.00 WIB. Keduanya akan didampingi oleh para pemegang saham dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Baca Juga: 

Pembangunan Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai Mei

Ke China, Menteri Rini Tagih Komitmen Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Selain itu, dihadiri Direktur Utama PT Wijaya Karya Tumiyana, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani. Lalu akan mendampingi pula Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Muhammad Hanugroho dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro.

"Menteri BUMN Rini Soemarno bersama dengan Director China Railway Coorporation (CRC) akan meninjau pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung di Kawasan Halim," tulis undangan yang diterima Okezone, Rabu (2/5/2018).

 

Lokasi peninjauan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Sebagai informasi sebelumnya, PT Wika (Persero) sebagai salah satu Konsorsium Kontraktor Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (HSRCC) akan melakukan percepatan pelaksanaan konstruksi pada Kereta Cepat Jakarta Bandung. Hal tersebut seiring pencairan kredit tahap pertama sebesar USD170 juta dari China Development Bank (CDB).

Adapun lingkungan lingkup pekerjaan Wika dalam konsorsium adalah pekerjaan struktur, arsitektur, lanskap serta mekanika dan elektrikal. Selain bertindak sebagai kontraktor, Wika juga turut berperan sebagai pemegang saham pada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia sebesar 38%.

 

Lalu ada juga saham milik PT KAI dan PTPN VII masing-masing sebesar 25%. Lalu yang terakhir adalah PT Jasa Marga (Persero) sebesar 12%. Bersama dengan Beijing Yawan HSR Co, PSBI memiliki saham masing-masing 60%, sedangkan 40% sama dimiliki PT Kereta Cepat Indonesia China.

Nantinya Kereta Cepat Jakarta Bandung akan memiliki panjang 142,3 kilometer. Jalur kereta cepat akan menghubungkan empat stasiun yakni Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar Bandung.

 <div class="vicon"><iframe width="480" height="340" src="https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yOC8xLzExMTY1OC8wLw==" sandbox="allow-scripts allow-same-origin" layout="responsive"></iframe></div>

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya