Pada tahun ini, Bank Sentral Amerika yakni Federal Reserve semakin agresif menaikkan suku bunganya. BI sendiri memperkirakan suku bunga The Fed kemungkinan naik 4 kali, meskipun probabilitas lebih banyak 3 kali.
Selain itu, kebijakan fiskal atau pajak AS turut mempengaruhi mempengaruhi rupiah. Kebijakan fiskal AS dibawah kedudukan Donald Trump sangat agresif, mulai dari penurunan pajak, ekspansi fiskal yang lebih besar, sehingga defisit fiskal yang lebih tinggi menjadi 4% per PDB bahkan ada yang memperkirakan 5% per PDB tahun depan.
Meski demikian, BI meyakini Indonesia tidak akan menghadapi krisis moneter. Sebab, langkah yang disiapkan BI dianggap akan manjur untuk menahan laju dolar AS. Maka dari itu, Anda tidak perlu takut kondisi perekonomian anjlok, harga-harga mahal, dan imbasnya akan jadi krismon
(Dani Jumadil Akhir)