SDM Harus Dibenahi, RI Jangan Sampai Kalah dalam Revolusi Industri 4.0

Feby Novalius, Jurnalis
Sabtu 07 Juli 2018 10:43 WIB
Foto: Diskusi Polemik Sindo Trijaya (Feby/Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah sudah meluncurkan roadmap implementasi industri 4.0 dengan nama Making Indonesia 4.0. Program ini sebagai antisipasi kecepatan perubahan industri saat ini.

Namun, menurut Pakar Inovasi-Ekonom UI Fithra Faisal masih ada yang perlu diperhatikan pemerintah sebelum bisa mengimplementasi industri 4.0. Hal tersebut adalah Sumber Daya Manusia (SDM)

"70% SDM kan SMA ke bawah, mereka tidak kompatibel. SMK ini enggak siap kerja," tuturnya dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

 

Pemerintah diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM yang mesti sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk bisa merealisasikannya, maka dibutuhkan perbaikan kurikulum.

"Selama ini kurikulum itu ketinggalan. Ini PR (pekerjaan rumah) pemerintah untuk menjawab tantangan industri," tuturnya.

Sebenarnya, Indonesia bisa unggul dengan tenaga kerja yang lebih produktif saat ini. Bandingkan dengan Eropa yang kekurangan tenaga kerja karena usia produktif baru didapat pada 2025-2030.

"Jadi ini membuat Indonesia menjadi potensi negara besar. Karena SDMnya produktif," tuturnya.

 

Menurut Fithra, Indonesia semestinya siap menghadapi industri 4.0, karena revolusi ini sudah beberapa kali terjadi. Maka dari itu, diharapkan jangan sampai kalah dengan pendatang baru dalam mengimplementasikan revolusi industri versi 4.0

"Dalam rentang yang tidak lebih dari 100 tahun kita sudah menghadapi versi revolusi industri hingga 4.0. Maka dari itu kita jangan kalah dari pendatang baru," tuturnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya