Hal ini dinilai adanya kepercayaan investor untuk menanamkan dananya di Tanah Air, mengingat yield atau imbal hasil yang ditawarkan cukup atraktif. Adapun saat ini imbal hasil SBN yang ditawarkan sebesar 7,4%.
"Inflow sudah masuk, artinya investor-investor sudah lihat gejolak global memang dampaknya mungkin ada tapi sementara. (Mereka) melihat yield di Indonesia yang atraktif bagi mereka," jelasnya.
Untuk diketahui, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 100 bps, dalam dua bulan terakhir, jadi ke level 5,25%. Kebijakan tersebut untuk menekan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Beradasarkan kurs tengah BI (Jisdor), Rupiah hari ini berada di level Rp14.391 per USD.
(Dani Jumadil Akhir)