Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disindir Menteri Trenggono Soal Dana Kapal, Purbaya Balas Begini

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 11 Februari 2026 |13:47 WIB
Disindir Menteri Trenggono Soal Dana Kapal, Purbaya Balas Begini
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi sindiran Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono. (foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi sindiran Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono terkait polemik dana pembuatan kapal. Purbaya menegaskan bahwa ia hanya melihat realisasi pesanan kapal di galangan sebagai indikator apakah anggaran benar-benar sudah berjalan atau belum.

"Oh, saya enggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuma cek ke galangan, ada enggak yang di-order, ya belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana. Mau dibikin kapan, saya enggak tahu," kata Purbaya saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).

Ia juga menanggapi pernyataan Trenggono yang menyebut dana pembangunan kapal bersumber dari pinjaman luar negeri Pemerintah Inggris. Menurut Purbaya, sekalipun berasal dari pinjaman, mekanisme pencairannya tetap melalui Kementerian Keuangan.

"Ya udah, enggak apa-apa. Yang betul, Pak Trenggono mungkin saya datanya salah. Tapi sebagian katanya uangnya pinjaman. Tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga, tetap saja," lanjutnya.

Sebelumnya, Trenggono menyampaikan sindiran melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menyebut dana pembangunan kapal KKP berasal dari pinjaman Pemerintah Inggris dan meminta Purbaya mengecek kepada jajarannya di Kementerian Keuangan terkait pencairan anggaran.

“Yang terhormat, supaya Anda paham dan cerdas, dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari Pemerintah Inggris. Coba Anda tanya dulu sama anak buah Anda, benar enggak uang untuk kapal itu sudah dikucurkan?” tulis Trenggono.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement