Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hashim Sebut Prabowo Marah Besar saat IHSG Anjlok: Kehormatan Negara Kita Dipertaruhkan

Tangguh Yudha , Jurnalis-Rabu, 11 Februari 2026 |18:52 WIB
 Hashim Sebut Prabowo Marah Besar saat IHSG Anjlok: Kehormatan Negara Kita Dipertaruhkan
Hashim Sebut Prabowo Marah Besar saat IHSG Anjlok: Kehormatan Negara Kita Dipertaruhkan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengungkap bahwa Presiden Prabowo Subianto marah besar lantaran Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pekan lalu imbas MSCI. Menurut Hashim, kemarahan itu dipicu oleh isu transparansi yang dinilai memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

"Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," ungkap Hashim di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/2/2026).

Hashim soal MSCI

Hashim menyebut terdapat persoalan ketidaktransparanan yang membuat pasar dinilai tidak kredibel. Hashim mengungkapkan bahwa Morgan Stanley bahkan telah mengirimkan empat surat kepada pemerintah Indonesia terkait kondisi tersebut.

"Dan ada alasannya. Karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada pemerintah Indonesia," lanjutnya.

Hashim menegaskan, persoalan utama dalam dinamika pasar modal adalah soal kepercayaan dan kredibilitas. Ia mengaku telah bertemu dengan delapan investor pada awal pekan ini yang menyampaikan harapan agar pemerintah menjaga integritas pasar.

"Ini semua tentang kepercayaan dan kredibilitas. Pasar-pasar ini hanya akan berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas. Jadi, delapan investor yang bertemu dengan saya pada hari Senin lalu, mereka meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kita," ujar Hashim.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement