Jika terus dipaksakan menggunakan dana dari perbankan dalam negeri, maka dikhawatirkan akan mengganggu kebutuhan Dolar dalam negeri, yang ujungnya justru makin menekan Rupiah.
Belum lagi, perhitungan tenor dan kupon untuk pinjaman besar tersebut, diakui Tiko, sulit untuk masuk dalam perhitungan perbankan dalam negeri.
"Karena untuk bank lokal untuk mendapatkan dana funding dengan size besar itu. Dengan tenor seperti di zaman sekarang ini kita kan mencari funding-nya enggak mudah," kata Tiko.
Sebelumnya, hal tersebut juga telah disampaikan oleh Ketua Himpunan Bank Negara (Himbara), sekaligus Direktur Utama BTN Maryono. Senada, Maryono mengatakan, bank negara tak ikut serta melakukan pembiayaan modal bagi Inalum dalam mengakuisisi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51%.