"Itu yang tadi kita bicarakan karena produksi dalam negeri kita ini stagnan. Dalam arti produktifitasnya kita ini rendah," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Rabu (8/8/2018).
Oleh karena itu, lanjut Pranoto, hal tersebut harus lebih ditingkatkan jika ancaman menjadi negara importir kopi jadi kenyataan. Salah satunya adalah dengan cara meningkatkan produksi lebih produktif lagi.
"Ya sebetulnya kita harus perbaiki bersama. Dalam arti kita memperbaiki produktivitas kopi Indonesia.
Mengenai produktivitas kopi Indonesia, saat ini hanya sekitar 600-800 kilo per hektar. Hal tersebut jomplang jika dibandingkan daerah-daerah penghasil kopi di Indonesia yang bisa mencapai 2 ton.