"Indonesia memiliki hal positif yang dilihat selama ini, goals kita kuat, inflasi kita rendah defisit APBN diperkirakan lebih rendah. Itu semuanya berbeda sekali dengan situasi yang ada Turki, jadi kita ingin membedakan narasinya, Indonesia dengan negara-negara yang selama ini, memiliki kelemahan dan kerapuhan lebih tinggi," tukasnya.
Sebagai informasi, pada Jumat lalu, nilai tukar lira mengalami kejatuhan harian terburuk sejak 2001, yakni mencapai 18%. Diketahui, hal itu, dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar yang diperkirakan berpengaruh ke kebijakan ke sektor ekonomi, yang meminta untuk menahan suku bunga rendah ditengah inflasi yang tinggi serta memburuknya hubungan AS-Turki
(Dani Jumadil Akhir)