Rupiah Jeblok Terseret Mata Uang Turki, Kok Bisa Merembet sampai Indonesia?

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Senin 13 Agustus 2018 18:23 WIB
Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock
Share :

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terus terdepresiasi, hari ini Rupiah terpukul dalam ke level Rp14.608 per USD. Ini menjadi pelemahan paling dalam sejak beberapa tahun terakhir.

Pelemahan ini pun salah satunya imbas dari dari krisis keuangan yang terjadi di Turki. Akibat krisis, mata uang Turki, kurs Lira jatuh terhadap dolar AS hingga 18%.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai, kondisi krisis keuangan di Turki berdampak tidak berdampak langsung kepada Indonesia. Hal ini karena perdagangan ekspor impor Indonesia dengan Turki tak cukup banyak, seperti kepada China atau AS.

"Dampaknya tentu kalau nilai tukar mereka juga lemah ini akan mengganggu pertumbuhan ekonomi (Turki), berarti kalau pertumbuhan ekonomi cenderung menurun maka pertumbuhan impor Turki terhadap Indonesia juga akan punya dampak. secara tidak langsung ini kan efek domino juga," jelasnya saat ditemui di Tjikini Lima Resto, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Di sisi lain, dampak tak langsung juga dirasakan, bila Turki juga mengimpor komoditas dari China yang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Hal ini membuat potensi impor Turki terhadap China berkurang, maka berimbas pada kondisi perdagangan Negeri Tirai Bambu kepada Indonesia juga menurun.

"Kalau potensi impor Turki turun terhadap negara-negara mitra dagang kita, itu berimbas ke kita, permintaan mereka (mitra dagang Indonesia) ke kita juga akan turun. Perdagangan global akan bekerja seperti itu," jelasnya.

Menurutnya, dengan pelemahan Lira seharusnya Turki bisa memanfaatkan dengan menggenjot ekspor. "Karena kalau dimanfaatkan depresiasi nilai tukar itu bisa genjot ekspor," pungkasnya.

 

(feb)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya