Kendati demikian, diakui Dody, Rupiah memang menjadi yang terlemah di kawasan regional. Hal ini dipicu kondisi transaksi berjalan yang defisit (current account deficit/CAD).
"Jadi karena memang permintaan (Dolar AS) masih cukup besar, namun capital inflow (arus masuk dana asing) masih belum cukup begitu besar," kata dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)