JAKARTA - Walau terlahir di keluarga dokter, profesi dokter sepertinya kurang menarik bagi Rudy Salim. Dia juga lebih senang menjadi pebisnis dan sukses dalam usia muda. Lahir dari keluarga berlatar belakang profesi dokter membuat anak bungsu dari tiga bersaudara ini terdidik untuk sukses berkarier menjadi dokter.
Namun, profesi mulia ini memang bukanlah passion Rudy Salim sejak dulu. Diakui pria berusia 31 tahun tersebut, ketertarikan dan cita-citanya sejak kecil adalah menjadi arsitek dan bergelut di bidang properti.
“Saya suka bangun-membangun, tapi untuk menjadi arsitek, belajar ilmunya tidak gampang, sementara saya tidak begitu suka sekolah,” sebut Rudy saat ditemui KORAN SINDO seusai menjadi pembicara dalam business talk yang diadakan Buddhist Fellow ship Indonesia, belum lama ini.
Baca Juga: Bos VietJet Jadi Wanita Terkaya di Asean, Berapa Kekayaannya?
Meski tidak menjadi arsitek, keinginannya bergelut di bidang properti tetap bisa terlaksana. Rudy justru sekarang mempekerjakan arsitek untuk bisa mewujudkan visinya. Karena selain automotif yang menjadi hobinya, ada lini bisnis real estate yang kini juga sedang dia bangun bersama beberapa jenis bidang usaha lain.
Di antaranya food industry, lifestyle, technology , dan entertainment . Rudy sempat mencicipi bangku kuliah fakultas kedokteran di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, hanya dua semester.
Lantas drop out dari kampus, dia menjual mobil pemberian orang tuanya. Kebetulan memang sang mama cukup memanjakan. Mobil tersebut bukan kelas biasa. Bahkan, saat dijual, dihargai sekitar Rp400 juta.
Kemudian anak bungsu dari tiga bersaudara ini menjadikannya modal usaha pertama, yaitu membiayai kredit secara online pada 2006 silam ketika Rudy masih berusia 19 tahun. Selang dua minggu hasil menjual mobil untuk usahanya habis untuk permodalan.
Baca Juga: Mengenang Perjalanan Vichai Srivaddhanaprabha hingga Jadi Konglomerat Thailand
Lalu Rudy membuka investasi dengan mencari investor baru hingga Exel Trade Indonesia, perusahaan pertamanya menjalankan koorporasi mandiri sampai sekarang. Tentu saja tak selalu mulus perjalanan bisnisnya.
Rudy juga mencoba berbagai jenis lini usaha lain. Seperti industri perfilman, dia bekerja sama dengan RA Production milik artis Raffi Ahmad yang memproduksi berbagai film seperti Dim Sum Martabak, Kesempatan Keduda, dan juga Nyai dalam genre film horor.
“Usaha itu ada naik, ada yang turun. Sementara bisnis itu harus untung. Ka rena itu, saya mem buat ba nyak peluang bisnis lain. Ada entertaint , F&B, automotif, juga IT. Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.
Jadi ketika satu bisnis sedang lesu, bidang lain bisa menutupi,” sebut Rudy. Namun, memang dari ke semua bisnis yang dijalaninya, sejak awal Rudy mengawalinya dengan berani.