JAKARTA - Pemerintah mengaku tidak mudah untuk mendorong perusahaan rintisan (startup) yang sudah unicorn untuk masuk Bursa Efek Indonesia (BEI). Keputusan untuk menawarkan saham perdana ke publik (initial public offering/IPO) tergantung pada pemodal.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengatakan, pemerintah telah berupaya mengajak startup unicorn untuk listing di BEI. Namun, perusahaan tersebut masih ragu lantaran mereka terus mendapat kucuran dana dari pemodal meski tidak menjadi perusahaan Tbk.
"Saya bicara kepada mereka tapi kan yang memiliki unicorn sekarang venture capital. Itu juga mereka melihatnya uang saya masuk seberapa kalau delisted kan mereka bisa exit dan mereka harus mendapatkan keuntungan. Jadi ekspektasi mereka pasti besar," ucap Rudiantara di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/12/2018).
Baca Juga: Industri di Papua Berpeluang Go Public