JAKARTA - Menjelang pergantian tahun 2019, beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali melakukan sinergi dengan patungan mendirikan sebuah yayasan. Yayasan yang diberi nama BUMN Hadir untuk negeri ini diprakasai oleh 18 perusahaan plat merah.
Adapun 18 BUMN dimaksud yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Jasa Raharja (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), PT Pupuk Kaltim, PT PGN Tbk, Askrindo, Jasindo, Taspen Jiwasraya, Asabri dan Himbara.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, dirinya mengaku bahagia dalam menyambut pergantian tahun ini. Pasalnya, ada satu langkah positif yang dilakukan oleh perusahaan BUMN di penghujung tahun 2018 ini.
"Saya merasa sangat bangga dan terhormat untuk bisa ada di sini di penghujung tahun akhirnya menyaksikan, bahwa BUMN bisa bersama-sama membentuk satu yayasan di mana bisa menjadi wadah BUMN dan Kementerian BUMN melakukan fungsi sosialnya, dan salah satu fungsi BUMN sebagai agen pembangunan," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (31/12/2018).
Baca Juga: Menteri Rini Bantah Utang BUMN Capai Rp5.000 Triliun
Menurut Rini, yayasan ini merupakan wujud nyata sinergi BUMN yang diharapkan dapat menyelesaikan berbagai problematika sosial yang ada di masyarakat, sehingga diharapkan adanya yayasan ini bisa memberikan manfaat lebih kepada masyrakat.
"Saya berharap yayasan ini bisa menjadi ujung tombak kita BUMN bersinergi bersama, bagaimana kita bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Saya selalu mengingatkan, BUMN hadir di seluruh pelosok Indonesia. Jadi harus bisa sebagai pemersatu bangsa," jelasnya.
Rini juga berharap dengan pembentukan yayasan ini bisa saling memperkuat hubungan antar satu perusaah BUMN dengan yang lainya. Rini juga menekankan agar perusahaan BUMN harus terbebas dari kepentingan politik.
"Dan saya selalu menekankan, karena BUMN hadir di mana-mana. BUMN bisa betul-betul menjaga kebersamaan. Karena itu saya selalu menekankan BUMN harus satu garis, tidak berantem. Saya harapkan BUMN harus bisa terus," jelasnya.
Baca Juga: Menteri Rini Kesal Utang BUMN Rp5.271 Triliun Dipermasalahkan
Secara khusus Rini juga meminta kepada yayasan ini untuk menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat yang menjadi korban bencana. Jangan sampai orang lain lebih dahulu membantu masyarakat terkena musibah dibandingkan perusahaaan milik negara yang notabene menjadi pelayan masyarakat.
"Ke depannya, yayasan ini harus menyadari banyak sekali saudara kita mengalami musibah. Kita harus komunikasi dulu bagaimana membantunya, dan saya harapkan ke depan dengan yayasan ini akan makin cepat. Setelah Lombok dan Palu, BUMN kita sangat tanggap menanggapi musibah tsunami dan gempa," jelasnya.