JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memproyeksikan inflasi 2019 masih di level 3.5%.
Meskipun 2019 menjadi tahun politik, ekonom Indef Bhima Yudhistira menyampaikan pemerintah akan meminimalisir kenaikan inflasi.
“Tahun politik harga BBM subsidi dan tarif listrik akan dijaga pemerintah,” ujarnya kepada Okezone, Rabu (2/1/2018).
Baca Juga: BI: Inflasi Minggu Keempat Desember Terkendali Sebesar 0,56%
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) akan fokus pada pengendalian inflasi sesuai sasaran, yakni 3,5+1%. Hal ini mengingat tekanan ekonomi global di tahun ini masih akan terus berlanjut. Diketahui Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) masih akan melakukan pengetatan moneter hingga 3 kali di 2019.
Oleh sebab itu, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan arah kebijakan moneter Bank Indonesia di 2019 akan preemptive dan ahead the curve.
“Stance (arah) kebijakan pre-emptive dan ahead the curve akan kami pertahankan di 2019. Fokusnya menjaga inflasi dan nilai tukar Rupiah dari kondisi global," kata Perry.
Baca Juga: Inflasi Desember 0,4%, Bos BI: Wajar Kalau Harga Pangan Naik
Adapun pada akhir tahun 2018, BI sebut angka inflasi masih relatif lebih rendah dan terkendali dari perkiraan sebelumnya.
Menurut Perry, inflasi di Minggu terakhir Desember 2018 didorong oleh event musiman karena adanya libur akhir tahun natal dan tahun baru 2019 yang membuat penguna angkutan udara semakin meningkat dan harga bahan pangan menjadi mahal.
(Dani Jumadil Akhir)