Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inflasi Tahunan Januari 2026 Capai 3,5 Persen, Ekonom: Dipicu Efek Low Base Bukan Lonjakan Harga

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2026 |08:05 WIB
Inflasi Tahunan Januari 2026 Capai 3,5 Persen, Ekonom: Dipicu Efek Low Base Bukan Lonjakan Harga
Inflasi Tahunan Januari 2026 Capai 3,5 Persen, Ekonom: Dipicu Efek Low Base Bukan Lonjakan Harga (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi menilai inflasi tahunan (year-on-year) Indonesia sebesar 3,55 persen pada Januari 2026 tidak perlu dikhawatirkan.

Meskipun angka tersebut berada sedikit di atas rentang target inflasi Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5–3,5 persen, kenaikan inflasi tersebut tidak mencerminkan lonjakan harga barang dan jasa secara umum, melainkan dipengaruhi oleh faktor perhitungan statistik.

Pemicu Kenaikan Inflasi Januari 2026

Fithra menjelaskan, inflasi Januari 2026 utamanya dipicu oleh efek basis rendah (low-base effect), di mana persentase pertumbuhan Indeks Harga Konsumen (IHK) terlihat tinggi karena dibandingkan dengan level Januari 2025 yang sangat rendah.

“Kenaikan ini sebenarnya dipicu oleh low-base effect, bukan karena dinamika harga yang terjadi saat ini. Oleh karenanya, fenomena ini sejatinya tak perlu dikhawatirkan dan tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi,” ujar Fithra, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Kebijakan Diskon Tarif Listrik

Dia menjelaskan, low-base effect ini berasal dari kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50 persen bagi golongan tertentu yang diterapkan pemerintah pada Januari–Februari 2025. 

Pada periode tersebut, kebijakan diskon tarif listrik menekan komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) dan berimbas pada penurunan level IHK. Sebagai buktinya, IHK Januari 2025 tercatat di level 105,99 poin atau turun dari 106,8 poin pada Desember 2024, mencerminkan adanya deflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,76 persen.

Namun, pada awal 2026, pemerintah tidak lagi memberlakukan diskon listrik awal tahun. Seiring normalisasi tarif tersebut, IHK Januari 2026 pun meningkat menjadi 109,75 poin, seolah-olah melonjak tajam dibanding Januari tahun lalu.

“Ini menegaskan bahwa inflasi Januari 2026 lebih disebabkan oleh penyesuaian harga yang diatur pemerintah,” imbuh dia.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement