Lebih lanjut, Fithra menilai dinamika harga barang dan jasa secara umum masih relatif terkendali. Hal ini tercermin dari inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kesehatan, pendidikan, serta restoran yang masing-masing hanya tumbuh di kisaran 1 persen secara tahunan.
Meski demikian, dia memperkirakan low-base effect masih akan memengaruhi inflasi sepanjang triwulan I 2026, seiring faktor musiman seperti penyesuaian harga pangan dan meningkatnya kebutuhan menjelang Idulfitri.
“Namun, tekanan tersebut diproyeksikan bersifat sementara dan berangsur mereda pada kuartal II 2026,” katanya.
(Dani Jumadil Akhir)