JAKARTA - Pemerintah akan menyerap 2.542,20 ton karet untuk menjadi bahan pencampuran aspal. Hal ini sebagai upaya untuk mendorong harga komoditas karet yang tengah jatuh.
Berdasarkan data Bloomberg, Senin (7/1/2019) harga karet untuk kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) kini di level 177,3 yen per kilogram.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiadi menyatakan, penggunaan aspal karet akan dilakukan di beberapa daerah yang menjadi sentra produksi karet, di antaranya Sumatera Selatan, Kalimantan, Jambi dan Medan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Perintahkan Menteri PUPR Beli Karet Rakyat untuk Aspal Jalan
"Karena sekarang harga karet agak turun, nah kita harapkan (dengan program ini) ada terbentuk satu harga untuk masyarakat," katanya ditemui di Gedung Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (7/1/2019).
Dia menjelaskan, aspal bercampur karet ini akan digunakan untuk memperbaiki atau menambal jalan beraspal yang rusak. Di mana akan diaplikasikan pada total keseluruhan panjang jalan 93,66 kilometer (km).