Arwana Citramulia Buyback 9,29 Juta Saham

, Jurnalis
Selasa 15 Januari 2019 13:11 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)
Share :

JAKARTA – Perusahaan keramik, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) telah membeli kembali 9,29 juta saham lewat aksi korporasi buyback. Jumlah saham tersebut dibeli pada periode buyback 29 Maret 2018-31 Desember 2018.

ARNA mengungkapkan bahwa rentang harga pembelian kembali berkisar dari Rp314 hingga Rp412 per saham. Maka dengan harga tersebut, perusahaan menyediakan dana Rp30 miliar untuk memuluskan aksi buyback saham tersebut, dimana hingga akhir tahun 2018 sisa biaya pembelian kembali saham sebesar Rp26,71 miliar. Artinya sejauh ini perusahaan telah menghabiskan dana sekitar Rp3,29 miliar untuk membeli kembali 9,29 juta saham.

Baca Juga: Jual Keramik, Arwana Catat Penjualan Naik 15,56% Jadi Rp1,46 Triliun

Produsen keramik ini membeli kembali (buyback) saham dengan tujuan menjaga kewajaran harga saham emiten tersebut. Pada perdagangan Senin (14/1), pukul 15.35 WIB saham ARNA stagnan pada level harga Rp414. Sebagai informasi, tahun ini perusahaan masih ekspansi menambah lini produksi. Direktur ARNA Edy Suyanto pernah bilang, permintaan pasar yang dinilai prospektif di masa mendatang menyebabkan perusahaan tak segan menambah pabrik baru. ”Tahun 2019 kami berencana ekspansi di plant ke 4 di Ogan Ilir, Sumatera Selatan dan ditargetkan mulai beroperasional di semester kedua 2019," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (15/1/2019).

Jumlah modal yang dikeluarkan untuk pengembangan pabrik baru ialah senilai Rp100 miliar. Sebelumnya di Sumatera Selatan, ARNA telah memiliki fasilitas produksi dengan kapasitas terpasang 8 juta meter persegi per tahunnya. Sedangkan penambahan satu lini produksi baru yang nanti berkapasitas 6 juta meter persegi dalam setahun.

Sekadar informasi, saat ini ARNA memiliki kapasitas terpasang secara total mencapai 58 juta meter persegi per tahunnya dengan 5 titik pabrik yang tersebar di Tangerang, Serang, Surabaya, Ogan Ilir, dan Mojokerto. Dengan penambahan pabrik baru di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, maka di tahun 2019 ARNA memproyeksi kapasitas total pabrikannya bakal mencapai 64 juta meter persegi dalam setahun.

Saat ini utilisasi pabriknya sudah mencapai 100%. Penjualan di Jawa menyumbang sebesar Rp1,22 triliun penjualan atau 83% dari total penjualan sampai kuartal tiga tahun ini, sementara sisanya berasal dari luar Jawa. Adapun total pendapatan bersih perusahaan mengalami pertumbuhan 13,6% dari Rp1,26 triliun di kuartal III 2017 menjadi Rp1,46 triliun. Laba tahun berjalan pada kuartal III tahun 2018 tercatat Rp115,94 miliar, naik 38% year on year (yoy). Untuk segmen pasar ARNA menyasar kelas menengah dan bawah dengan target utama end user.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya