Jumlah modal yang dikeluarkan untuk pengembangan pabrik baru ialah senilai Rp100 miliar. Sebelumnya di Sumatera Selatan, ARNA telah memiliki fasilitas produksi dengan kapasitas terpasang 8 juta meter persegi per tahunnya. Sedangkan penambahan satu lini produksi baru yang nanti berkapasitas 6 juta meter persegi dalam setahun.
Sekadar informasi, saat ini ARNA memiliki kapasitas terpasang secara total mencapai 58 juta meter persegi per tahunnya dengan 5 titik pabrik yang tersebar di Tangerang, Serang, Surabaya, Ogan Ilir, dan Mojokerto. Dengan penambahan pabrik baru di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, maka di tahun 2019 ARNA memproyeksi kapasitas total pabrikannya bakal mencapai 64 juta meter persegi dalam setahun.
Saat ini utilisasi pabriknya sudah mencapai 100%. Penjualan di Jawa menyumbang sebesar Rp1,22 triliun penjualan atau 83% dari total penjualan sampai kuartal tiga tahun ini, sementara sisanya berasal dari luar Jawa. Adapun total pendapatan bersih perusahaan mengalami pertumbuhan 13,6% dari Rp1,26 triliun di kuartal III 2017 menjadi Rp1,46 triliun. Laba tahun berjalan pada kuartal III tahun 2018 tercatat Rp115,94 miliar, naik 38% year on year (yoy). Untuk segmen pasar ARNA menyasar kelas menengah dan bawah dengan target utama end user.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)