Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

, Jurnalis
Kamis 07 Februari 2019 08:19 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock
Share :

NEW YORK - Harga minyak naik sekitar 1% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didorong oleh tanda-tanda kuatnya permintaan AS untuk produk-produk penyulingan dan pengetatan pasokan minyak mentah global.

Namun demikian, kenaikan harga minyak lebih lanjut dibatasi oleh penguatan dolar AS dan kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang perlambatan ekonomi global.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April, patokan internasional, naik 71 sen AS atau 1,15%, menjadi ditutup di USD62,69 per barel. Brent sebelumnya jatuh ke terendah sesi USD61,05.

Sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik 35 sen AS atau 0,65%, menjadi menetap di USD54,01 per barel, naik dari terendah sesi USD52,86 per barel. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Kamis (7/2/2019).

 Baca Juga: Harga Minyak Turun di Tengah Melesunya Permintaan

Data pemerintah AS pada Rabu (6/2) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah domestik naik lebih rendah dari yang diperkirakan pada minggu lalu, sekalipun ketika kilang-kilang meningkatkan produksi. Stok meningkat 1,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 1 Februari, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 2,2 juta barel.

Stok bensin meningkat 513.000 barel, lebih rendah daripada yang diantisipasi, sementara stok sulingan turun lebih besar dari yang diperkirakan 2,3 juta barel.

"Permintaan distilat (sulingan) meningkat tajam pekan lalu karena cuaca dingin yang ekstrem, yang berkontribusi pada penurunan stok distilat," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

"Semua dalam semua laporan ini adalah 'bullish' untuk harga-harga minyak mentah dan produk olahan." Pelaku pasar telah fokus pada tanda-tanda pengetatan pasokan minyak mentah global, setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya memulai kesepakatan pada Januari untuk memangkas produksi.

 Baca Juga: Harga Minyak Beragam Imbas Penurunan Pasokan OPEC

Para produsen yang dikenal sebagai OPEC+ mulai memotong produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) dari bulan lalu untuk mencegah kelebihan pasokan baru, dan OPEC telah mengirimkan hampir tiga perempat dari pemotongan yang dijanjikannya, sebuah survei Reuters menunjukkan pekan lalu.

Sanksi-sanksi AS terhadap perusahaan minyak negara Venezuela juga dapat menaikkan harga, meskipun mereka belum memicu kenaikan tajam. Sanksi-sanksi tersebut bertujuan untuk memblokir penyuling-penyuling AS dari membayar ke akun PDVSA yang dikendalikan oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Oposisi Venezuela sedang membuka dana AS untuk menerima hasil penjualan minyak, suatu langkah penting untuk mengamankan pendapatan atas upayanya mengusir Maduro, kata seorang anggota parlemen oposisi.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya