Bandung dan Medan Akan Punya Jalur Tol Khusus Motor

Koran SINDO, Jurnalis
Sabtu 09 Februari 2019 09:14 WIB
Ilustrasi: Foto Koran Sindo
Share :

Bamsoet juga mengapresiasi pengelola tol CMNP yang tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi ikut memberikan solusi terhadap kesulitan mayoritas rakyat yang tinggal dari rumah-rumah di pinggiran kota.

“Nah , mereka ini hanya memiliki moda transportasi roda dua atau motor untuk bisa pulang-pergi dari rumah ke tempat kerjanya di kota dengan tingkat keselamatan yang tinggi di jalur khusus tol karena satu arah dan kepastian waktu, karena mudah diprediksi,” ujar Bamsoet.

Dari sisi keadilan, tambah Bamsoet, jalur khusus bagi kendaraan bermotor roda dua di jalan tol memberikan asas keadilan bagi semua warga yang belum beruntung memiliki moda transportasi roda empat atau mobil untuk menikmati jalan tol.

Sementara dari sisi keselamatan, ujar dia, itu sudah terbukti di Bali. Dengan memberikan jalur khusus motor roda dua itu, ternyata dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas kendaraan secara signifikan.

Bamsoet juga menekankan untuk lebih menjamin kenyamanan pengguna jalur khusus motor roda dua. Jika perlu, motor besar dilarang masuk tol khusus motor pada hari-hari kerja.

“Jadi, kalau hari kerja biarlah kendaraan bermotor roda dua bermesin kecil saja yang di izinkan karena mereka berangkat kerja atau pulang kerja, sedangkan moge biasanya hanya dipakai untuk keperluan rekreasi para penggemar di hari libur,” katanya.

Terkait perhitungan tarif tol untuk sepeda motor, Budi Setiyadi mengungkapkan bahwa skema tarifnya harus di tentukan secara hati-hati. Apalagi, model jalan tol itu adalah lajur - nya yang panjang tanpa henti.

“Pertimbangan keselamatan adalah salah satu komponen yang perlu diperhatikan,” pung -kasnya.

Akademisi transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno berpendapat, kebijakan mengenai jalur tol khusus bagi pengendara bermotor adalah kebijakan yang salah. “Efek negatifnya ya boros bahan bakar minyak dan polusi udara meningkat.

Itu belum lagi dari sisi keselamatan, karena jalan tol itu jalur panjang non - stop,” ungkapnya kepada KORAN SINDO . Dia menilai pernyataan atau wacana mengenai jalur khusus tol untuk motor membuat citra transportasi Indonesia di mata dunia bisa kian buruk.

“Ya, citra transportasi kita kian buruk kalau begitu di mata internasional yang kiblat transportasinya sudah maju. Harusnya yang didorong itu adalah jalur khusus angkutan umum, bukan sepeda motor,” pungkas nya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya