JAKARTA - Sepanjang tahun 2018 kemarin, emiten rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan kenaikan volume penjualan sebesar 0,1% secara year on year dengan total penjualan sebesar 101,4 miliar batang.
Informasi tersebut disampaikan induk usaha HMSP, Philip Morris International (PMI) seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Rabu (13/2/2019).
Disebutkan, penjualan rokok HMSP pada kuartal IV/2018 sebesar 26,9 miliar batang, sama dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan pada kuartal IV/2018 lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, yakni penjualan 23 miliar batang pada kuartal I/2018, 25 miliar batang pada kuartal II/2018, 26,5 miliar batang pada kuartal III/2018. Dengan demikian, sepanjang Januari-Desember 2018, emiten dengan kode saham HMSP itu membukukan penjualan rokok sebanyak 101,4 miliar batang.
Baca Juga: Naik 0,1%, HM Sampoerna Jual 74,5 Miliar Batang Rokok hingga Kuartal III 2018
Jika dibandingkan dengan penjualan pada 2017 sebesar 101,3 miliar batang, maka penjualan pada 2018 naik 0,1%. Dengan raihan tersebut, HMSP dapat mempertahankan pangsa pasar sebesar 33% dari total penjualan rokok domestik sebesar 307 miliar batang pada 2018, sama seperti tahun sebelumnya.
Sebagai informasi, HMSP membukukan laba bersih kuartal tiga 2018 senilai Rp9,69 triliun, naik tipis 3,77% dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal III tahun lalu senilai Rp 9,33 triliun.
Salah satu pendorong pertumbuhan laba bersih adalah penjualan bersih senilai Rp 77,53 triliun atau tumbuh 7,25% year on year (YoY) dibandingkan kuartal III-2017 senilai Rp 72,29 triliun. Secara rinci, penjualan produk rokok sigaret kretek mesin (SKM) naik 12,51% YoY menjadi Rp 53,98 triliun. Sedangkan produk sigaret kretek tangan (SKT) tumbuh tipis 3,31% YoY senilai Rp 14,8 triliun.
Baca Juga: HM Sampoerna Jual 48 Miliar Batang Rokok dalam 6 Bulan
Perseroan mencatat beban pokok penjualan senilai Rp 59,22 triliun pada kuartal III-2018, dibanding dengan beban pokok penjualan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rrp 54,7 triliun. Jumlah liabilitas HMSP tercatat naik signifikan pada periode Januari-September di tahun ini menjadi Rp 17,7 triliun atau meningkat 96,12% dibandingkan liabilitas pada akhir tahun senilai Rp 9,02 triliun.
Hal ini disebabkan oleh utang cukai yang masuk dalam laporan kuartal III-2018 senilai Rp9,26 triliun. Sedangkan pada periode yang sama 2017 utang cukai tercatat nihil. Sementara itu, ekuitas HMSP turun 7,93% dibandingkan akhir tahun 2017 menjadi Rp 31,4 triliun. Sedangkan aset perusahaan tumbuh 13,85% pada periode yang sama yakni senilai Rp 49,11 triliun.
(Dani Jumadil Akhir)