"Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya," kata dia.
Dia mengklarifikasi bahwa data anggaran riset tersebut disampaikan agar Indonesia lebih meningkatkan investasi di sektor SDM. Dia pun berharap kata-katanya soal "presiden baru" tidak disalah artikan
"Saya apresiasi sekali concern masyarakat twitter soal isu R&D ini. Tanda kalau kita engga kalah pinter. R&D adalah single pembeda negara maju dan miskin. Kalau engga kuat di R&D, kita akan perang harga terus. Negara maju masuk di perang inovasi. Negara miskin masuk di perang harga," kata Zaky.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)