Wapres: Pembangunan MRT Terlambat, Seharusnya Sejak 1990-an

Giri Hartomo, Jurnalis
Rabu 20 Februari 2019 15:55 WIB
Foto: Wapres JK Jajal MRT Jakarta
Share :

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyambut baik rencana pengoperasian kereta Masa Rapid Transit (MRT) Jakarta. Kereta MRT Jakarta ini akan beroperasi pada akhir Maret 2019.

Meskipun bahagia, namun JK mengaku pembangunan MRT Jakarta cukup terlambat. Seharusnya MRT dibangun pada tahun 1990-an bukannya saat ini.

"Kritiknya kita terlambat membangun, terlambat membangunnya mustinya kita membangun, sebenarnya awalnya tahun 90-an, jadi kita apresiasi bahwa ini terbangun sekarang ini," ujarnya saat ditemui di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Baca Juga: Menhub: Tarif MRT Jakarta Ditetapkan Pekan Depan

JK menjelaskan jika pembanguan MRT Jakarta harus terus dikembangkan. Jangan hanya luas dengan satu rute yakni Bunderan HI-Lebak Bulus saja.

Sebab menurut JK, idealnya pembangunan kereta api modern berbasis rel seperti MRT dan LRT adalah 200 kilometer. Sedangkan saat ini, kereta MRT baru memiliki 16 km yang akan beroperasi.

"Tapi jangan lupa ini baru 16 kilometer, kita butuh minimum 200 kilometer baru semua warga Jakarta terjamin sistem transportasinya, karena pak Gubernur sedang merencanakan sinkronisasinya daripada dua sistem ini, bus, MRT, light train harus disinkronkan, integrasikan," jelasnya.

Baca Juga: Menhub Ingin Groundbreaking MRT Fase II Bulan Depan

Dirinya pun menargetkan jika dalam 10 tahun ke depan ada jalur kereta api modern baru sepanjang 200 kilometer yang beroperasi di Jabodetabek. LRT Jabodetabek fase I sendiri memiliki panjang sekitar 44 kilometer.

"Semuanya sudah baik, tinggal kita memutuskan untuk harus lebih panjang lagi, semua setuju minimum 200 kilometer dalam 10 tahun," ucapnya.

Dirinya percaya jika hal tersebut akan terwujud. Dari pelayanan juga kereta MRT maupun LRT juga akan lebih baik lagi kedepannya.

"Tentu semua sistem ada kekurangan, tapi sambil jalan diperbaiki," ucapnya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya