Dia menyatakan, perlu adanya titik ekuilibrium atau keseimbangan harga sehingga tidak merugikan salah satu pihak. Sehingga harga yang terbentuk tidak merugikan produsen dan konsumennya.
"Jadi harus mencari titik imbangnya supaya sejalan. Jadi tidak hanya untuk nurunin saja," tegasnya.
Menurutnya, pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mampu menjaga stabilitas harga pangan. Hal itu terlihat dari inflasi yang terjaga sesuai target yakni kisaran 3,5%. Pada tahun 2018, inflasi Indonesia berada di level 3,13% .
"Karena harga kita stabilkan terutama beras, telur, ayam, daging, gula. Di mana ketersediaannya dan juga harganya bisa dipelihara pemerintah sehingga inflasi terjaga," pungkasnya.