JAKARTA - Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya datang meninjau lokasi pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (Buleleng) di Desa Kubutambahan, Buleleng belum lama ini.
Kogoya yang datang pada Kamis 21 Februari 2019 itu diterima langsung oleh Asisten I Setda Buleleng, Putu Karuna bersama Camat Kubutambahan, Made Suyasa, dan Kepala Desa Pakraman Kubutambahan, Jero Pasek Ketut Warkadea.
Baca Juga: Presiden Jokowi Minta AP II Sulap Bandara Fatmawati Jadi Internasional
Presiden Direktur PT Bibu Panji Sakti selaku investor proyek Bandara Bali Utara, Made Mangku mengaku tidak tahu menahu soal pertemuan Kogoya dengan masyarakat lokal setempat.
"Saya tidak diundang, mestinya kan kami diundang, karena yang dibicarakan ini masalah Bandara Bali Utara," ucap Made dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (24/2/2019).
Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba menilai kedatangan Kogoya bukan untuk mempercepat penentuan lokasi (penlok) pembangunan Bandara Buleleng.
"Urusan penlok ini kan masalah teknis, yang diselesaikan oleh Kemenhub. Lagipula (proyek) ini masih dalam pengkajian. Saya kira kehadiran dia untuk kepentingan adat saja, bukan untuk penlok," kata I Nengah Tamba.
Baca Juga: Runway Bandara Juanda Rusak Akibat Kejar Slot Penerbangan
Sementara itu, pengamat pariwisata Bali Putu Suasta menyayangkan lambannya penentuan lokasi (penlok) Bandara Bali Utara yang sampai sekarang belum diterbitkan juga. Menurutnya, bandara Bali Utara sangat dibutuhkan.
"Kalau itu menyangkut masyarakat Bali. Kan ada Stafsus asal Bali, Ari Dwipayana," katanya.
(Feby Novalius)