"Sebelum launching kami sudah membuka KIMONU di lima kota/kabupaten di Jabar, meskipun masih percobaan. Kurang lebih ada 20 titik dan alhamdulilah semuanya berjalan baik dengan perkiraan break event point (BEP)-nya satu sampai satu tahun setengah, karena modal kita kecil," tambah Gus Hasan.
Tujuan pembentukan KIMONU ini, kata Gus Hasan, di antaranya mengangkat perekonomian warga nahdliyin, menciptakan iklim ekonomi keumatan yang lebih tertata, serta mengajak masyarakat untuk lebih modern dalam berbisnis.
"Dari segi sosialnya, melalui KIMONU kita mengkolektifkan kewajiban zakat para pemilik melalui lembaga resmi Lazis-NU. Sehingga dapat terkelola dengan baik dan akan didistribusikan kepada para mustahik," papar Gus Hasan.
(Risna Nur Rahayu)