Penerimaan Perpajakan Dipatok Rp1.786 Triliun, Sri Mulyani: Target Berat

, Jurnalis
Minggu 03 Maret 2019 16:24 WIB
Ilustrasi: Foto Antara
Share :

JAKARTA - Pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan tahun ini mencapai Rp1.786 triliun. Hal ini sesuai Undang-Undang (UU) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 yang telah ditetapkan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui, target penerimaan perpajakan sebesar Rp1.786 triliun tersebut akan sangat berat untuk dicapai. Kendati demikian, tegas dia, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan terus melakukan berbagai langkah agar penerimaan pajak bisa sesuai target.

"Kami menerima target pajak untuk tahun ini sesuai dengan UU APBN ini mencapai Rp1.786 triliun. Ini target yang berat. Namun kita akan melakukannya secara berhati-hati," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Minggu (3/3/2019).

 Baca Juga: Integrasi Laporan Harta Pejabat dengan SPT Pajak, Sri Mulyani: Sangat Mungkin Sekali

Dia mengatakan, Kemenkeu akan terus melakukan edukasi dan meningkatkan pelayanan agar penerimanaan pajak bisa terlaksana sesuai target.

"Untuk menerima pajak kita juga memberikan edukasi dan meningkatkan pelayanan baik. Insentif pajak di suatu sisi juga adalah merupakan alat berbagi masyarakat. Tugas ini secara hati-hati dan bertanggung jawab dan menjaga integritas jajaran dan sistemnya," katanya.

 Baca Juga: Sri Mulyani: Lapor SPT Jangan Tunggu Hari Terakhir

Selain itu, pihaknya akan terus memperbaki e-filling agar kepatuhan wajib pajak bisa sesuai target. Menkeu menargetkan kepatuhan pajak tahun ini mencapai 85%, meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 71%.

"Kami berharap tingkat kepatuhan pajak meningkat dan tidak ada kendala karena kemudahan terus kita perbaiki. Tahun ini (target kepatuhan) 85% dengan teknologi yang semakin mudah masyarakat tidak ada alasan untuk tidak memenuhi kepatuhan atas pajak," katanya. (Sindonews)

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya