Indonesia Ekspor 25 Ton Kubis ke Malaysia

Okky Wanda lestari, Jurnalis
Minggu 03 Maret 2019 17:12 WIB
Foto: Kementan Lepas Ekspor Kubis ke Malaysia (Dok Kementan)
Share :

BERASTAGI - Dari 147 jenis produk pertanian unggulan ekspor asal Sumatera Utara, kubis asal Berastagi merupakan komoditas hortikultura terbesar penyumbang jumlah ekspor.

"Hingga saat ini ada 5 negara tujuan ekspor kubis asal Berastagi yakni Taiwan, Malaysia, Jepang, Singapura, Korea Selatan," kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil saat melepas ekspor 25 ton kubis ke Malaysia seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (3/3/2019).

Kubis, sebagai salah satu produk unggulan asal Sumut, dijelaskan oleh Jamil bahwa dari data statistik Karantina Belawan, ekspor kubis yang keluar dari pelabuhan Belawan selama 5 tahun terakhir terus mengalami peningkatan, kecuali ditahun ke 3 yang mengalami penurunan disebabkan kondisi alam pasca erupsi Sinabung.

 Baca Juga: Indonesia Ekspor Durian, Naik Hingga 353%

Di tahun pertama, 2012, ekspor kubis sebesar 11.747 ton dengan nilai Rp35,2 miliar, tahun 2013 sebesar 13.133 ton dengan nilai Rp39,4 miliar, tahun 2014 sebesar 8.933 ton dengan nilai Rp26,8 miliar, tahun 2015 sebesar 17.043 ton dengan nilai Rp51,1 miliar, ditahun 2016 sebesar 32.680 ton dengan nilai Rp98 miliar.

 

Namun ditahun 2017 dan 2018 volume ekspor komoditas ini mengalami penurunan yakni ditahun 2017 hanya sebesar 18.459 ton dengan nilai Rp55,3 miliar dan di tahun 2018 sebesar 15.228 ton dengan nilai Rp45,9 miliar.

"Penurunan selama 2 tahun terakhir ini disebabkan semakin ketatnya persyaratan keamanan pangan dari negara tujuan ekspor, terutama Jepang, Korea Selatan dan Singapura yang memiliki standar syarat keamanan pangan yang cukup tinggi," jelas Jamil.

Untuk mengatasi hal ini, di awal tahun 2019 Kementerian Pertanian melalui Barantan melakukan pendampingan kepada para eksportir guna memenuhi persyaratan ekspor. Termasuk kepada petani kubis di Brastagi, Kabupaten Karo ini, melalui Karantina Belawan dilakukan mitigasi Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) melalui inline inspection. Pendampingan mulai dari pertanaman kemudian penanganan pasca panen sampai ke pengangkutan agar sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor.

 Baca Juga: Indonesia Ekspor 42 Komoditas ke 12 Negara

"Penerapan inline inspection insyaAllah dapat menjadi solusi untuk kembali meningkatkan volume ekspor kubis asal Sumatera Utara," ungkap Jamil.

Selain kubis, pelepasan ekspor melalui pelabuhan Belawan ini juga bersamaan dengan 19 produk lainnya dengan total nilai Rp272,1 miliar.

Kepala Karantina Belawan, Bambang Haryanto memberikan rincian data produk yang telah disertifikasi oleh pihaknya masing-masing sebagai berikut kopi biji, sayuran, kayu manis, pinang biji, karet lempengan, karet lembaran, nipah, lidi, getah pinus, gambir, minyak sawit, kelapa parut, kayu oak putih, kayu karet, ekaliptus sawn timber, teh, kayu olahan, silver prills atau Palmitic Acid dan produk daging.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya