JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto menyampaikan bahwa terjadinya penurunan ekspor industri pengolahan pada Februari 2019 bukan karena terjadinya deindustrialisasi di Indonesia.
"Tidak deindustrialisasi. Ekspor industri pengolahan mengalami penurunan karena minyak kelapa sawit, produksinya tetap baik, namun terjadi penurunan harga," kata Suharyanto, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Jumat (15/3/2019).
Kecuk, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa penurunan ekspor tekstil dan produk tekstil serta produk sepatu ke Amerika Serikat lebih dipengaruhi oleh musim yang tengah terjadi di Negeri Paman Sam itu.
Baca Juga: Jabar dan Jatim Dominasi 21,52% Ekspor, Kaltim Tak Mau Ketinggalan
Menurut data BPS, ekspor industri pengolahan pada Februari 2019 mencapai USD9,41 miliar atau turun 7,71% jika dibandingkan Januari 2019 dan turun 8,06% jika dibandingkan Februari 2018.