JAKARTA - Harga minyak mentah AS naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) ke level tertinggi empat bulan di atas USD60 per barel setelah data pemerintah AS menunjukkan pengetatan pasokan minyak domestik, tetapi kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global karena perang perdagangan AS-Cina yang sedang berlangsung.
Kontrak berjangka minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April yang berakhir Rabu (20/3), naik USD0,8 atau 1,36%, menjadi ditutup pada USD59,83 per barel di New York Mercantile Exchange. WTI mencapai tertinggi sesi di USD60,12 per barel, tertinggi sejak 12 November tahun lalu.
Kontrak acuan minyak mentah WTI yang lebih aktif untuk pengiriman Mei, naik USD0,94 atau 1,6%, menjadi menetap di USD60,23 per barel, dilansir dari Antaranews, Kamis (21/3/2019).
Baca Juga: Naik Turun Harga Minyak di Tengah Kenaikan Stok AS
Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengirimam Mei naik USD0,89 atau 1,32%, menjadi menetap di USD68,50 per barel di London ICE Futures Exchange.
Harga minyak naik setelah Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat penurunan besar dan tak terduga dalam persediaan minyak mentahnya karena permintaan ekspor dan penyulingan yang kuat.