JAKARTA - Bila pesaing industri rokok lainnya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia masih membukukan untung, sebaliknya PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) mencatatkan rugi sebesar Rp608,46 miliar pada 2018, lebih besar atau membengkak 26,75% dari rugi 2017 sebesar Rp480,06 miliar.
Baca Juga: Perkuat Produk Rokok, Bentoel Group Suntik Modal Anak Usaha Rp1,98 Triliun
Dilansir dari Harian Neraca, Kamis (4/4/2019), penjualan perseroan tercatat sebesar Rp21,92 triliun, naik 8,21% dibandingkan dengan penjualan pada tahun sebelumnya sebesar Rp20,26 triliun.Beban pokok penjualan naik 19,17% menjadi Rp19,26 triliun pada 2018.
Kenaikan beban juga terjadi pada beban penjualan sebesar 7,68%, beban umum dan administrasi sebesar 16,52%, dan beban keuangan sebesar 25,87%.
Jumlah aset perseroan per 31 Desember 2018 sebesar Rp14,88 triliun, naik 5,65% dibandingkan dengan aset perseroan per 31 Desember 2017 sebesar Rp14,08 triliun. Jumlah liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp6,61 triliun dan Rp8,37 triliun.
Tahun lalu, perseroan lewat anak perusahaan yaitu PT Perusahaan Dagang Suburaman melakukan pengalihan salah satu hak merek, Neo Mild kepada Britis American Tobacco Limited (BAT Brands) dengan nilai transaksi Rp1,5 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)