Baca Juga: IPO, Mahkota Group Buka Harga Saham Rp200-Rp250
Menyasar produk turunan kepala sawit, merupakan strategi perseroan dalam mengejar pertumbuhan bisnis di tengah munculnya persaingan industri CPO yang cukup ketat. Kemudian dalam rangka melancarkan produksi minyak goreng pada semester II/2019, perseroan telah menyediakan stok sejak akhir tahun lalu.
Perseroan pun memperlambat penjualan CPO pada akhir tahun lalu.Adapun nilai proyek hilirasi tersebut mencapai Rp330 miliar. Dana pembangunan tersebut berasal dari pinjaman perbankan dan danainitial public offering(IPO).
Kemudian untuk memperoleh laba yang lebih tinggi, perseroan harus menciptakan produk dengan nilai tambah. Saat ini, pabrik minyak goreng yang bakal dibangun di Riau memiliki kapasitas produksi sebesar 1.500 ton per hari dengan luas 5-10 hektare.
(Dani Jumadil Akhir)