nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Direktur Mahkota Group Beli 1,5 Juta Saham Perseroan

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 05 September 2018 14:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 05 278 1946372 direktur-mahkota-group-beli-1-5-juta-saham-perseroan-6OLp4p6F1D.jpg Foto: Direktur Independen beli saham MGRO (Shutterstock)

JAKARTA - Dalam rangka investasi pribadi, salah satu direksi PT Mahkota Group Tbk (MGRO) mengumumkan pembelian 1,5 juta saham perseroan. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin perseroan mengungkapkan, direktur independen Mahkota Group Nagian Toni membeli 1,5 juta saham MGRO pada 29 Agustus 2018.

Disebutkan, sebelum pembelian kepemikan Nagian Toni adalah 0%, kemudian setelah mendapatkan 1,5 juta lembar, kepemilikan naik menjadi 0,04%. Harga pembelian per saham sebesar Rp288. Dengan demikian, total transaksi mencapai Rp432 juta.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1%

Nagian menyebutkan, tujuan transaksi ini ialah untuk investasi. Pada 12 Juni 2018, MGRO resmi menjadi emiten ke-28 pada 2018 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan melepas 703,68 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp225. Artinya, perusahaan meraup dana Rp158,33 miliar.

Emiten perkebunan ini tengah menyiapkan investasi sebesar Rp330 miliar untuk membangun sebuah pabrik produksi minyak goreng di Riau.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1%

"Ekspansi ke hilir ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan karena marginnya cukup bagus juga selama ini kita banyak mengirim bahan baku ke luar negeri. Tapi kalau punya sendiri kan memberikan nilai tambah,”kata Direktur Utama Mahkota Group, Usli.

Disebutkan, pabrik yang bakal dibangun akan memiliki kapasitas produksi sebesar 1.500 ton per hari dengan luas 5-10 hektar. Pembangunan ini akan dimulai pada September mendatatang dengan target rampung pada Juli 2029. Saat ini sebagian besar produksi berupa minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) atau mencapai 70% masih diekspor, yakni ke India, Pakistan, China dan negara di Eropa. Sementara sisanya menjadi konsumsi dalam negeri.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini