nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bidik Rp5 Triliun, Mahkota Group Siapkan Capex Rp200 Miliar

Rabu 10 April 2019 11:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 10 278 2041460 bidik-rp5-triliun-mahkota-group-siapkan-capex-rp200-miliar-lQ9DqtBoYn.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Tahun ini, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menargetkan pendapatan sebesar Rp5 triliun. Hal itu ditopang kontribusi dari penjualan refinery yang diperkirakan mencapai 40% dari total pendapatan.

“Analis memperkirakan pendapatan perseroan di 2019 dapat mencapai Rp4,7 triliun, sedikit lebih rendah dari perkiraan manajemen disebabkan oleh harga CPO yang diperkirakan stagnan dan berdampak terhadap harga produk refinery,” kata Sekretaris Perusahaan MGRO Elvi seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Menurunya, target tersebut diyakininya bakal tercapai dengan didukung beroperasinya pabrik refinery pada Agustus 2019. Untuk menopang rencana itu, lanjutnya, perseroan menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp200 miliar.

 Baca Juga: IPO, Saham Mahkota Group Naik 49,56% pada Pencatatan Perdana

Nantinya, belanja modal tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan refinery dan membangun tangki timbun. Disebutkan, sumber pendanaan akan berasal dari sisa dana IPO dan kas perusahaan.

Sebagai informasi, sebagian analis memperkirakan laba MGRO akan sedikit meningkat ke kisaran Rp400 miliar dengan net gearing ratio berada di level 0,25x di 2019.

Untuk diketahui, tahun 2018, emiten perkebunan sawit tersebut mencatatkan pendapatan sebesar Rp2 triliun atau naik 13,5% dibanding tahun 2017. Hal itu, didukung oleh kenaikan volume penjualan sepanjang tahun 2018. Volume penjualan CPO MGRO tercatat sebesar 212.129 ton.

 Baca Juga: IPO, Mahkota Group Buka Harga Saham Rp200-Rp250

Menyasar produk turunan kepala sawit, merupakan strategi perseroan dalam mengejar pertumbuhan bisnis di tengah munculnya persaingan industri CPO yang cukup ketat. Kemudian dalam rangka melancarkan produksi minyak goreng pada semester II/2019, perseroan telah menyediakan stok sejak akhir tahun lalu.

Perseroan pun memperlambat penjualan CPO pada akhir tahun lalu.Adapun nilai proyek hilirasi tersebut mencapai Rp330 miliar. Dana pembangunan tersebut berasal dari pinjaman perbankan dan danainitial public offering(IPO).

Kemudian untuk memperoleh laba yang lebih tinggi, perseroan harus menciptakan produk dengan nilai tambah. Saat ini, pabrik minyak goreng yang bakal dibangun di Riau memiliki kapasitas produksi sebesar 1.500 ton per hari dengan luas 5-10 hektare.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini