Masukan itu secara konsisten dikemukakan Indonesia di tengah saran kebijakan IMF dalam menghadapi volatilitas global yang cenderung mengedepankan pendekatan menggunakan instrumen tra di sio nal, seperti suku bunga dan nilai tukar. “Langkah IMF menyusun ke rangka kerja kebijakan ter in - tegrasi tersebut adalah sebuah kemajuan yang merupakan perkembangan baik bagi Indonesia dan negara small open economy lainnya,” ujar Perry di Washington waktu setempat. BI juga mendorong IMF agar terus memperdalam studi mengenai spillover akibat pengaruh ketegangan perdagangan, misalkan dampaknya terhadap rantai nilai global atau global value chain. Pertemuan tersebut juga menyoroti perlambatan ekonomi global dan upaya mengatasinya. Pertumbuhan global diperkirakan turun dari 3,6% pada 2018 menjadi 3,3% pada 2019, sebelum akhirnya kembali melanjutkan momentum positif menjadi 3,6% pada 2020.
Perekonomian global di - perkirakan tetap ekspansi, walau ekspansi tersebut lebih lemah diban ding kan perkiraan pada Oktober 2018. “Pertumbuhan dunia memang diperkirakan membaik pada 2020, namun berbagai risiko tetap mengancam antara lain berupa ketegangan perdagangan, ketidakpastian kebi jakan, risiko geopolitik, pengetatan kondisi keuangan di tengah terbatasnya ruang kebijakan, tingginya tingkat utang, dan meningkatnya kerentanan di sektor keuangan,” kata dia.
(Kunthi Fahmar Sandy)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)