Secara hukum mereka sudah dianggap cakap bertindak atas nama diri sendiri: bekerja, berpenghasilan, menabung, berinvestasi, dan mengelola hutang. Inilah saatnya Gen Z sudah harus membangun relasi yang sehat antara dirinya dengan uang.
“Sambil berkuliah, saat ini saya juga bekerja di suatu perusahaan berbasis online. Saya punya penghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR), dan selalu menguatkan diri untuk menyisihkan minimal Rp500 ribu per bulan untuk tabungan,” ujar Marko
Ia mengakui, tujuan dari tabungan yang ada saat ini adalah untuk menikah, sambil menyelesaikan studi dua tahun lagi. “Tantangan semakin hari semakin banyak. Jadi sebagai Gen Z, saya harus pandai memprioritaskan sesuatu. Kalau tidak demikian, bagaimana saya mewujudkan berbagai impian?” katanya lagi.
Pasca menikah, Marko berencana untuk membeli rumah. Sebab targetnya, hanya menumpang di rumah mertua selama satu tahun saja.
(Rani Hardjanti)