JAKARTA - Tahun ini PT First Media Tbk (KBLV) menargetkan dapat membukukan pendapatan sebesar Rp220 miliar. Pendapatan itu akan disumbang dari lini usaha pemberitaan, contain, instalasi teknologi informasi gedung dan penyewaan gedung.
Presiden Direktur KBLV Harianda Noerlan menyampaikan, perseroan pada tahun ini mengandalkan pendapatan yang berasal dari anak usaha PT First Media News dan PT First Media Production.
“Dari lini usaha pembuatan konten dan berita diharapkan menyumbang Rp105 miliar,” kata Noerlan seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta, Senin (29/4/2019).
Baca Juga: Bolt Ditutup, BEI Pantau Bisnis First Media
Selain itu, lanjut dia, perseroan juga berharap dapat membukukan pendapatan sebesar Rp95 miliar dari lini usaha infrastruktur telekomunikasi, yakni PT Prima Wira Utama. Untuk lini usaha ini, perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp8,7 miliar.
“Ditambah dari penyewaan gedung sebesar Rp20 miliar. Sehingga target pendapatan tahun 2019 ditargetkan sebesar Rp220 miliar,” kata dia.
Baca Juga: Resmi, Kominfo Cabut Izin Frekuensi First Media, Bolt dan Jasnita
Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan target pendapatan sebesar itu, perseroan diharapkan dapat melakukan permulihan setelah izin frekuensi Internux di cabut oleh pemerintah.“Padahal jasa penyedia internet dengan merek dagang Bolt itu menyumbang 80% dari total pendapatan,” kata dia.
Tercatat tanggal 28 Desember 2018 lalu, BOLT menerima Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika yang menghentikan layanan 4G LTE di Jabodetabek, Banten, dan Medan.
(Dani Jumadil Akhir)