JAKARTA – Pesatnya pertumbuhan teknologi, membawa angin segar untuk para perempuan memuluskan kariernya di dunia bisnis. Keterbukaan ekonomi dalam kemajuan teknologi memungkinkan wanita bisa mengambil peran lebih dalam perekonomian keluarga.
McKinsey Indonesia pada 2018 dan dikutip oleh pembicara pada konferensi yang berjudul “Accelerating the Indonesian Economy Through Gender Equality” menjelaskan Indonesia berpotensi kehilangan USD135 miliar dalam produk domestik bruto (PDB) tahunan jika gagal mengatasi kesetaraan gender dalam enam tahun ke depan.
Baca Juga: Dampak Negatif 'Gila Kerja', Paling Fatal Bisa Meninggal
Angka tersebut meningkat lebih dari 9% dari PDB pada kondisi bisnis yang biasa adalah potensi yang mungkin didapatkan oleh Indonesia jika bisa mendapatkan kondisi kesetaraan gender terbaik di kawasan pada 2025.
“Gender parity didambakan untuk itu (mencapai PDB), lalu selanjutnya bagaimana kita menuju ke sana. Semua pihak harus berpartisipasi tentu di dalamnya juga ada porsi peran pemerintah, swasta, dan individu,” ujar Managing Partner McKinsey Indonesia Phillia Wibowo dalam keterangannya, Rabu (1/5/2019).
Dia juga mengutarakan, terdapat beberapa poin yang perlu dicermati untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam dunia kerja di Tanah Air. Tidak hanya menciptakan pemerataan kesempatan tetapi juga disertai perlindungan hukum dan jaminan hak partisipasi politik. Seluruh penerapannya harus sinergis dari tingkat daerah hingga pusat.