JAKARTA - Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama Unitary Consultancy KVB berkolaborasi dalam mengedukasi dan meningkatkan pemahaman mengenai blockchain di KVB Journalist Clss, GoWork FX Sudirman, Jakarta.
Director of Asosiasi Blockchain Indonesia Muhammad Deivito Dunggio mengatakan, bitcoin saat ini sangat sudah terbuka. Di mana semua bisa melihat kegiatan transaksi orang-orang yang menggunakan bitcoin.
Baca Juga: Hacker Curi 7.000 Bitcoin Senilai Rp568 Miliar
"Jadi, apabila dulu bitcoin menjadi salah satu transaksi untuk tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme. Tapi saat ini sudah tidak bisa, karena adanya keterbukaan transaksi. Dan kami sudah bekerjasama dengan PPATK dan Polri," ujarnya, Jumat (10/5/2019).
Saat ini harga bitcoin tidak berpengaruh pada kejadian yang terjadi pada suatu negara. Misalnya, apabila ada kejadian besar di satu negara bitcoin harganya akan tetap dan tidak terpengaruh.
"Dulu banyak yang punya bitcoin apabila ada kejadian besar, bitcoinnya di jual. Tapi sekarang sudah percaya teknologi ini. Dan harganya tidak berpengaruh," tutur dia.
Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok, Investor Kembali ke Emas
Dia menambahkan, bahwa target dari ABI ini untuk kami memajukan blokchain yang positif di Indonesia karena banyak. Di mana banyak perusahaan yang menggunakan bitcoin ini tidak semestinya.
"Maka itu, kami akan mengecek perusahaan tersebut. Dan kami lihat perusahaan yang menggunakan untuk kegiatan negatif. Karena asosiasi kami ingin penggunaan bitcoin secara positif," ungkap dia.
(Rani Hardjanti)