Menurut Bhima, alasan mengapa ibu kota baru ini tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan secara ekonomi adalah karena kota baru ini hanya berisi para pegawai pemerintahan. Dan memang fokus dari kota baru ini hanya sebagai pusat pemerintahan dan bukannya pusat ekonomi.
"Karena yang pindah hanya pusat pemerintahan bukan pusat ekonomi," ucapnya.
Seharusnya lanjut Bhima, pemerintahh juga membangun pusat ekonomi di sekitaran ibu kota baru ini. Misalnya dengan membangun kawasan industri, sehingga ekonomi kota baru ini bisa tumbuh signifikan.
"Yang dipindah bukan hanya fungsi pemerintahan tapi juga bisnisnya. Misalnya kawasan industri juga dibangun di sekitar ibu kota baru," katanya.
Baca Juga: Menteri Basuki Undang Arsitek hingga Seniman Desain Ibu Kota Baru