Utang BUMN Bisa Membengkak jika Ikut Bangun Ibu Kota Baru

Giri Hartomo, Jurnalis
Rabu 15 Mei 2019 08:05 WIB
Ilustrasi: Foto Okezone
Share :

JAKARTA - Pemerintah akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta menuju daerah yang masih sepi penduduknya. Tujuannya agar pemindahan ibu kota ini tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 Baca Juga: Kajian Rampung Tahun Ini, Ibu Kota Baru Mulai Dibangun 2020

Menanggapi hal itu, Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudistira mengatakan, untuk ikut serta dalam pemindahan ibu kota, BUMN harus menghitung kinerja keuangannya terlebih dahulu. Karena tanpa perencanaan yang kuat, utang BUMN akan melonjak.

Mengingat biaya yang dibutuhkan untuk memindahkan ibu kota cukup fantastis. Berdasarkan perkiraan Bappenas, pemindahan ibu kota membutuhkan dana sekitar Rp400 triliun.

"BUMN pun harus hitung untung rugi dan jangka waktu pengembalian modalnya. Jika terlalu lama return-nya dan BUMN terpaksa utang akan sebabkan financial distress atau tekanan keuangan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (15/5/2019).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya