JAKARTA - Peringkat daya saing infrastruktur indonesia mengalami sedikit peningkatan dalam rilis yang dilakukan IMD World Competitiveness Yearbook (WCY) 2019. Saat ini daya saing infrastruktur Indonesia masih berada di posisi 53.
Koordinator Riset IMD WCY sekaligus Direktur Konsultasi LM FEB UI, Willem Makaliwe mengatakan pembangunan infrastruktur Indonesia masih belum bisa berpengaruh signifikan kepada aktivitas ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur perlu lebih di dorong lagi kedepannya.
"Namun demikian, dampak pembangunan infrastruktur di Indonesia masih belum signifikan berpengaruh terhadap mendorong aktivitas ekonomi dan bisnis,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (2/6/2019).
Sementara itu, pada business efficiency peringkat Indonesia mengalami kenaikan pesat dari posisi 35 ke posisi 20 pada 2019. Pada aspek competitive factor infrastructure terjadi sedikit peningkatan, Indonesia masih berada di posisi 53.
“Hasil ini menunjukan bahwa iklim ekonomi, bisnis dan pemerintahan di Indonesia mendorong perusahaan untuk dapat berkompetisi baik