Danang menambahkan, memang saat ini lokasi top up baru sebatas di rest area saja. Itupun lokasi rest area satu dengan yang lainya masih sangat berjauhan.
Namun kedepannya, pihaknya akan meminta kepada pengelola yakni PT Hutama Karya (Persero) untuk meyediakan top up di Gerbang Tol. Atau bahkan jika memungkinkan, di GT pihak pengelola bisa menjual kartu elektronik juga untuk mengantisipasi ada pemudik yang tidak memiliki kartu.
"Kalau di rest area tetap disediakan yang kita juga ingin kita dorong top up di gate ya. Kan rest area di Trans Sumatera itu kan jauh-jauh juga jadi kita harapkan juga saya sudah instruksikan kepada HK untuk di gate-gate itu juga disediakan terutama di Lampung yang sudah diresikan ya dioperasionalkan dimungkinkanuntuk top up di sana di luar rest area yang disediakan," jelasnya.
Selain masalah saldo uang elektornik yang abis lanjut Danang, para pemudik juga sering kali kehabisan bensin ketika melewati tol trans Sumatera ini. Hal tersebut dikarenakan beberapa mobil masih enggan membeli Pertamax sedangkan SPBU yang tersedia di rest area hanya menyediakan Pertamax.
"Nah yang jadi isu mungkin sekarang masih BBM ya. BBM itu kan yang disediakan memang hanya Pertamax. Sedangkan banyak terutama mobil city car itu masih ingin tetap mencari premium maupun pertalite," jelasnya
(Rani Hardjanti)