Citranusa Indonesia Targetkan Pendapatan Rp11,95 Miliar

, Jurnalis
Senin 10 Juni 2019 13:28 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA – Tahun ini, PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB) menargetkan pendapatan sebesar Rp11,95 miliar atau meningkat 181% dari realisasi pendapatan 2018 sebesar Rp4,25 miliar. Maka untuk memenuhi target tersebut, perseroan yang sebelumnya bernama PT Skybee Tbk akan melakukan diversifikasi bidang usaha dengan tetap mempertahankan bidang usaha yang sudah ada.

Direktur SKYB Sigit Katamso mengatakan, perseroan juga merencanakan peningkatan modal dasar menjadi Rp3,2 miliar dan modal disetor menjadi Rp800 juta.“Ke depannya akan dilakukan langkah-langkah restrukturisasi untuk meningkatkan pendapatan TSA. Berdasarkan proforma yang dibuat, TSA akan memberikan kontribusi positif kepada perusahaan pada tahun 2020,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Senin (10/6/2019).

Baca Juga: Charoen Pokphand Siapkan Belanja Modal Rp2,5 Triliun

Saat ini, TSA juga sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan hotel untuk memberikan technical advisor untuk Hotel Taman Suci, termasuk perbaikan sistem manajerial dan pemasaran menggunakan standar yang berlaku. Menurut Sigit, pembahasan kerja sama sudah dilakukan sejak akhir 2018 dan sedang dalam proses finalisasi kesepakatan. Ke depannya, TSA akan memanfaatkan lahan kosong di belakang hotel sebagai tempat parkir dan fasilitas kegiatan outdoor sehingga dapat menambah pendapatan hotel.

Terakhir, TSA bekerja sama dengan GBS dengan membuka kafe di Hotel Taman Suci dan mengadakan pertunjukan live music yang mengundang musisi-musisi ternama. Upaya ini diharapkan memberikan tambahan pendapatan kepada GBS dan TSA yang berasal dari peningkatan occupancy rate, pendapatan F&B hotel, dan F&B kafe. Soft opening kafe tersebut telah berlangsung pada 25 Mei 2019.

Baca Juga: Gema Grahasarana Kantongi Kontrak Rp475 Miliar

Sebelumnya, BEI sempat mempertanyakan kontribusi profitabilitas yang dapat TSA berikan kepada SKYB. Alasannya, berdasarkan laporan keuangan TSA per 30 April 2019, perusahaan ini mengalami defisit ekuitas Rp567 juta dan masih membukukan rugi bersih Rp137 juta. Kemudian berdasarkan laporan keuangan SKYB yang disampaikan ke BEI pada 29 Maret 2019, perusahaan yang memiliki kegiatan utama di bidang perdagangan telepon seluler dan produk penunjang operator seluler ini mencatat pendapatan bersih Rp4,25 miliar pada tahun 2018. Total pendapatan bersih ini sama dengan jumlah pendapatan bersih laporan keuangan SKYB per akhir September 2018.

Artinya dalam tiga bulan terakhir 2018, SKYB tidak mencatat pendapatan. Berdasarkan laporan keuangan SKYB kuartal ketiga, pendapatan bersih emiten ini mencapai Rp4,25 miliar. Pada sembilan bulan pertama tahun 2017, SKYB tidak mencatat pendapatan. SKYB baru mencatat pendapatan di kuartal keempat 2017 yang mencapai Rp2,01 miliar. Pada akhir 2018, SKYB membukukan kerugian bersih Rp2,05 miliar. Kerugian ini membesar 21,30% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,69 miliar.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya