Baca Juga: Gema Grahasarana Kantongi Kontrak Rp475 Miliar
Sebelumnya, BEI sempat mempertanyakan kontribusi profitabilitas yang dapat TSA berikan kepada SKYB. Alasannya, berdasarkan laporan keuangan TSA per 30 April 2019, perusahaan ini mengalami defisit ekuitas Rp567 juta dan masih membukukan rugi bersih Rp137 juta. Kemudian berdasarkan laporan keuangan SKYB yang disampaikan ke BEI pada 29 Maret 2019, perusahaan yang memiliki kegiatan utama di bidang perdagangan telepon seluler dan produk penunjang operator seluler ini mencatat pendapatan bersih Rp4,25 miliar pada tahun 2018. Total pendapatan bersih ini sama dengan jumlah pendapatan bersih laporan keuangan SKYB per akhir September 2018.
Artinya dalam tiga bulan terakhir 2018, SKYB tidak mencatat pendapatan. Berdasarkan laporan keuangan SKYB kuartal ketiga, pendapatan bersih emiten ini mencapai Rp4,25 miliar. Pada sembilan bulan pertama tahun 2017, SKYB tidak mencatat pendapatan. SKYB baru mencatat pendapatan di kuartal keempat 2017 yang mencapai Rp2,01 miliar. Pada akhir 2018, SKYB membukukan kerugian bersih Rp2,05 miliar. Kerugian ini membesar 21,30% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,69 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)