“Kalau sentimen pemilu biasanya ada waktu tunggu, kalau sudah mulai keliatan positi ada tim yang bagus orang bisa curi momentum,” jelasnya
Menurut Edward, pada saat event Pemilu dan Pilpres berlangsung kebanyak investor membeli instrumen investasi yang memiliki risiko rendah. Seperti salah satu contohnya adalah sukuk, hingga surat utang negara.
Baca Juga: Alternatif Investasi di Tengah Kelesuan Pasar Saham
Dari sisi ekuntungan atau ritern memang lebih rendah. Namun dari sisi risiko tergolong cukup rendah juga mengingat bungannya tetap stabil dan flat tanpa terpengaruh kondisi global maupun nasional.
“(Mereka) cenderung beli sukuk atau ORI, Surat Berhagra Negara (SBN) terima kupon dulu atau bahkan pasar keuangan. Enggak tau ngapa-ngapain. Ada saham sedikit tapi masih tradin-trading aja enggak berani yang gede,” jelasnya.
(Feby Novalius)