JAKARTA - Menjelang tahun ajaran baru, banyak orangtua yang pusing memikirkan biaya pendidikan anak. Mulai dari dana pelunasan uang pangkal, SPP beberapa bulan ke depan, hingga kebutuhan sekolah lainnya menjadi beban pikiran. Apalagi, tahun ajaran baru kali ini berdekatan dengan Lebaran, sehingga sebagian tabungan dan dana cadangan sudah terpakai untuk kebutuhan hari raya.
Sebenarnya, kegalauan ini tidak perlu terjadi jika orangtua sudah merencanakan keuangan untuk pendidikan anak sejak jauh hari. Salah satunya cara mempersiapkan biaya pendidikan anak adalah dengan investasi.
Sebagai catatan, biaya pendidikan anak bisa mengalami kenaikan hingga 10% per tahun. Jadi, pilihlah instrumen yang memberikan imbal hasil lebih tinggi dari inflasi pendidikan tersebut. Melansir Qerja.com, berikut beberapa instrumen investasi yang cocok untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak.
Baca Juga: Presiden Jokowi Ingatkan Menteri soal Terobosan Kebijakan Investasi dan Ekspor
Emas
Emas adalah instrumen investasi yang disarankan untuk tujuan keuangan dengan jangka waktu tiga hingga lima tahun. Jadi, jika Anda punya anak yang belum masuk usia sekolah, maka bisa menyimpan emas untuk kebutuhan uang masuk Taman Kanak-kanak atau Sekolah Dasar kelak. Atau, jika Anda memiliki anak yang sudah duduk di Sekolah Menengah Pertama, maka logam mulia bisa disimpan untuk biaya masuk Sekolah Menengah Atas pilihan.
Sementara itu, jika sudah punya simpanan emas, maka Anda bisa menjual atau menggadaikannya untuk melunasi biaya masuk sekolah tahun ini. Jadi, emas ini bisa “menyelamatkan” Anda dari utang yang mungkin timbul karena cadangan tabungan pendidikan sudah keburu habis untuk keperluan Lebaran yang lalu.
Obligasi
Obligasi ritel yang diterbitkan pemerintah juga bisa digunakan untuk investasi jangka pendek untuk kebutuhan biaya pendidikan anak dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. Keunggulan obligasi pemerintah antara lain potensi gagal bayar sangat kecil, kupon di atas deposito, dan bisa menjaga uang dari inflasi.
Baca Juga: Investasi Diprediksi Tumbuh Double Digit hingga Akhir 2019
Obligasi ini bisa menjadi pilihan bagi investor konservatif. Namun, instrumen ini juga dapat dijadikan dana cadangan untuk tipe investor agresif.
Reksa Dana
Kunci utama memilih reksa dana untuk biaya pendidikan anak adalah yang bersifat konservatif. Jenis reksa dana pendapatan tetap cocok buat persiapan biaya pendidikan anak untuk lima tahun mendatang. Penempatan aset reksa dana pendapatan tetap di obligasi dengan fluktuasi pasar yang relatif rendah, namun keuntungannya bisa lebih dari inflasi biaya pendidikan.
Namun, jika Anda tipe investor agresif, maka bisa memilih reksa dana campuran atau saham untuk investasi biaya pendidikan anak jangka panjang. Dengan catatan, Anda harus rajin memantau kinerja setiap tahun. Apabila rencana keuangan awal selama 10 tahun, tapi tujuan keuangan sudah tercapai pada tahun ke-7 atau ke-8, maka Anda bisa menariknya. Kemudian, Anda bisa “mengamankan” uang tersebut di reksa dana pasar uang.