UKM Indonesia yang Tembus Pasar Ekspor Baru 10%

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Jum'at 21 Juni 2019 15:23 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai usaha kecil menengah (UKM) memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Hal itu baik dalam penyerapan tenaga kerja hingga penyumbang devisa.

Oleh sebab itu, pemerintah berupaya mendorong seluruh UKM di Indonesia bisa menjual produknya hingga ke pasar global. Sebab, kini produk UKM berkembang dan sudah banyak yang berstandar ekspor.

Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menyatakan, saat ini terdapat 30 ribu UKM kelas menengah yang tersebar di Indonesia. Namun, hanya sekitar 10% atau 3.000 di antaranya yang sudah melakukan ekspor produk.

"Rata-rata yang sudah melakukan ekspor itu kelas menengah, kalau kecil belum. Ada sekitar 3.000 yang kelas menengah yang sudah ekspor," ujarnya ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Baca Juga: Perang Dagang AS-China Memanas, Kemendag Permudah Izin Ekspor

Pihaknya pun menargetkan pertumbuhan UKM yang merambah pasar global bisa mencapai 4% pada tahun ini, atau artinya bertambah 120 UKM . "Targetnya pertumbuhan 4% UKM yang bisa ekspor," ungkap dia.

Untuk mencapai target tersebut, maka pemerintah pun melakukan berbagai program pembinaan dan pameran bagi UKM. Selain itu, UKM juga didorong untuk memasarkan produknya lewat e-commerce.

Dia menyatakan, saat ini Kemenperin sudah memfasilitasi 8 ribu UKM untuk melakukan penjualan secara digital. Sehingga membantu UKM untuk bisa memahami sistem penjualan secara online.

"Kami tidak bikin marketplace tapi kami kerja sama dengan marketplace yang ada seperti Tokopedian Bukalapak, Blibli, dan lainnya," kata dia.

Baca Juga: Berlaku 10 Agustus, Perdagangan Bebas Indonesia-Chile Permudah Ekspor ke Amerika

Selain akses penjualan secara digital, pemerintah juga memfasilitasi kemudahan mendapatkan pembiayaan dari perbankan. "Juga memfasilitasi kepada para pelaku UKM bagaimana caranya akses permodalan," tambah dia.

Pihaknya pun akan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkenalkan fintech kepada UKM. Sehingga diharapkan UKM tak terjebak oleh fintech ilegal dalam mengakses permodalan.

Dengan upaya ini, maka diharapkan bertambah 5.000 UKM lagi yang memasarkan produk secara online di tahun 2020. "Tantangannya mengajarkan kepada para UKM itu agar mereka tidak gaptek (gagap teknologi), bahwa handphone bisa digunakan secara produktif tidak hanya komunikasi dan media sosial, tapi juga untuk meningkatkan penjualan," katanya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya